E-LEARNING

E-learning adalah suatu konsep pembelajaran yang berbasis elektronik atau proses pembelajarannya dilaksanakan secara online. Dalam prakteknya, e-learning memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana belajarnya. Pembelajaran dengan e-Learning dapat disampaikan secara synchrounous yaitu dimana pembelajaran dilakukan pada saat itu juga, atau asynchronous, yakni pembelajaran dilakukan pada saat yang berbeda. Contoh e-Learning secara synchronous adalah pembelajaran melalui webcam antara guru dan siswa secara live pada saat itu juga. Sedangkan contoh penyampaian secara asynchronous adalah guru membuat materi atau video pembelajaran terlebih dahulu, kemudian materi atau video tersebut diunggah sebelum pembelajaran akan dilangsungkan. Materi pembelajaran yang disajika dalam e-Learning berupa teks, grafik, animasi, simulasi, audio, dan video. E-Learning juga harus memiliki fitur untuk diskusi misalnya chatting. 

E-learning mempunyai karakteristik tersendiri. Berikut ini adalah karakteristik yang dikemukakan oleh Riyana (2007):

  1. Daya tangkap siswa terhadap materi pembelajaran tidak bergantung pada guru, karena siswa mengkrontruksi sendiri ilmu pengetahuannya melalui bahan ajar yang sudah diberikan oleh guru melalui situs yang disediakan.
  2. Sumber belajar mudah didapatkan, setiap orang bisa mengakses dengan mudah melalui internet.
  3. Pengajar/lembaga berfungsi sebagai pembimbing/mediator.
  4. Diperlukan sebuah restrukturisasi terhadap kebijakan sistem pendidikan, kurikulum dan manajemen yang dapat mendukung pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pendidikan secara optimal.

Tujuan e-learning adalah untuk meningkatkan daya serap dari para siswa atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari para siswa, meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran. 

Manfaat E-Learning
  1. E-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran dilakukan dari mana saja.
  2. E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajarnya.
  3. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja. 
  4. Mengurangi biaya perjalanan.
  5. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas.
  6. Adanya peningkatan interaksi mahasiswa dengan sesamanya dan dengan dosen.
  7. Terbentuknya komunitas pembelajar yang saling berinteraksi, saling memberi dan menerima serta tidak terbatas dalam satu lokasi.
  8. Meningkatkan kualitas dosen karena dimungkinkan menggali informasi secara lebih luas dan bahkan tidak terbatas.
  9. E-learning yang dikembangkan secara benar akan efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan dan kualitas perguruan tinggi.
  10. Guru atau dosen akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya.
  11. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
  12. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
  13. Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Komponen E-learning
Untuk dapat terselenggaranya e-learning diperlukan 3 komponen pembentuk e-learning
yaitu:
  1. Infrastruktur: Infrastruktur e-learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
  2. Sistem dan aplikasi: sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management Sistem (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas.
  3. Koten: konten dan bahan ajar yang pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Konten ini disimpan dalam Learning Management System (LMS) Sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komunikasi Dalam Kelas Online (Chat)

Sejarah dan Kebutuhan E-learning